inicio mail me! sindicaci;ón

wanita kedua

And I’ll go mine (yeah)
Live your life (ooh)
And I’ll live mine (I’ll live mine)
Baby you’ll do well
And I’ll be fine
‘Cos we’re better off

So much better off
Separated
I’m sorry we didn’t make it…

 

Entah kenapa airmata saya mengalir deras setelah melihat penampilan brown sugar malam itu yang dengan manisnya membawakan lagu separated kesukaan saya, dada saya sesak ketika mengingat semua. semua hal tentang damar mengingat setiap tawanya, mengingat senyumnya, mengingat bagaimana cara dia membuat saya tertawa.

Ahhh betapa dia begitu berarti buat saya, malam itu sepulang dari menonton brown sugar di fame station saya meraih kaos putih yang tergantung di kapstok kamar kost saya, wangi CK kontradiction kesukaannya langsung menerpa hidung saya, dan lagi-lagi berhasil membuat saya meraung-raung seperti anak kecil, saya memandang seluruh sudut kamar saya dengan putus asa, tawanya tidak akan lagi memenuhi ruangan ini, dia tidak akan lagi berada disini menjejakan kaki kokohnya disini, dan malam itu saya tidur dengan lelap ditemani kaos putih bearoma tubuhnya, dan genangan air di pelupuk mata saya.

“Kita sudah usai” Kemarin saya berkata demikian tapi hari ini tangan kita masih bertaut, kemarin saya menangis tak berhenti mengingat kamu dengan CKmu dan lagu separated sialan itu, tapi sapaan sayangmu masih mampir ditelinga saya, belaian lembut menyibak anak rambut didahi saya masih kamu lakukan, usapan jemari menghapus peluhmu masih juga saya lakukan. lalu kapan akan selesai? kapan saya bisa tertidur tanpa harus mendengar suara kamu terlebih dahulu sebelum saya terlelap, kapan saya bisa berjalan tanpa harus memegang tangan kamu, kapan saya bisa tidur tanpa harus bersandar pada bahumu?Kapan…? kapan cerita kita akan selesai?

Dada saya sesak setiap akan mengucapkan selamat tinggal, hati saya perih tatkala mengingat hari esok harus saya hadapi seorang diri. Saya paham saya terluka tapi hati saya belum mau pergi, saya belum mau berakhir saya masih ingin disini meski saya tahu saya akan sakit meski saya tahu hati saya akan tersayat.

“saya akan berlalu dan tak akan mengganggumu, kamu tidak menginginkan saya dan saya akan melupakanmu”
itu ucapmu kala itu, tapi kepala kamu masih juga tergolek manja di pangkuan saya, tatapan mata kitapun masih hanya berjarak sejengkal dan nafas kamu masih terhembus di pipi saya.

damar tahukah kamu?
Titik Hujan selalu mengingatkan saya pada wajah kamu yang tenang,
wangi tanah yang basah ditimpa hujan selalu mengingatkan saya pada wangi harum tubuh kamu.
dan Derai hujan yang membasahi setiap helai daun mengingatkan saya pada betapa nyamannya berada di dekat kamu…
kamu seperti hujan, seperti rinainya yang selalu saya rindukan…
hadirmu seperti canduuntuk saya.

“Saya harus bagaimana ra tanpa kamu? saya tidak akan sanggup melewati hari-hari tanpa kamu.”

“lalu bagaimana dengan dia, dia menyayangi kamu, poros putaran hidupnya adalah kamu, kamulah dunianya tidak mungkin saya ambil pusat kebahagiaannya hanya untuk kegoisan saya sendiri, saya sayang kamu tapi saya masih bisa melanjutkan hidup saya tanpa kamu sedangkan dia, dia tidak bisa melalui satu hari tanpa kamu disamping dia”

“saya tahu ra, hubungan kita suatu saat harus berakhir, tapi tidak hari ini”

Dan cerita kita pun akhirnya tak pernah usai, hingga hari ini saat tangan kita saling menggenggam dan ponselmu berdering.
“sayang cepat pulang kamu dimana?”
hari ini berarti cukup sekian, ini waktu dia untuk memilikimu dan aku kembali harus memandang punggungmu dengan terluka, memandang punggungmu menghilang di telan bayang. malam-malam kita begitu berarti damar seberarti dirimu untukku, tapi semua harus selesai… karena ada yang menunggumu disana.

Popularity: 41%

wiwi said,

November 15, 2007 @ 7:02 pm

Jangan sampe deh fall in love sama co yang udah punya pasangan. Lebih banyak sakitnya daripada senengnya. Apalagi buat ce cinta berarti juga memiliki pasangannya 100% tanpa berbagi dengan ce lain. Hhmmm baca postingannya merana banget ya jadi ce pertama maupun kedua, yang enak tentu aja co nya halah digombalin mauuuu aja keukeukeuk.

oyiksaja said,

March 14, 2008 @ 9:09 am

Wah ! ini nyata ngga? tapi terlepas dari fiktif tidaknya …cerita ini bagus banget …

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment